Gubernur Papua Bapak Matius Fakhiri mengkukuhkan Bunda Paud Provinsi Papua,dan Bunda Paud Kabupaten Kota
Momentum penting bagi dunia pendidikan usia dini di Papua kembali tercatat ketika Bunda PAUD Provinsi Papua, Ny. Ra’Fatul Mulkiyah Matius Fakhiri , resmi dikukuhkan oleh Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, di Gedung Negara Dok V, Selasa (03/12/2025).
Usai pengukuhan, Bunda PAUD langsung melantik Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Papua melalui pemasangan pin sebagai tanda dimulainya tugas dan tanggung jawab baru.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan organisasi wanita, mitra pembangunan, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga insan media yang menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan anak usia dini di Papua.
Dalam sambutannya, Ny. Ra’Fatul Mulkiyah Matius Fakhiri ,menegaskan bahwa peran Bunda PAUD tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan mandat besar untuk memastikan generasi Papua tumbuh dengan pendidikan dasar yang kuat.
“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Bunda PAUD Papua, tetapi sebagai seorang ibu yang melihat langsung betapa pentingnya menjaga masa depan anak-anak kita,” ujar Bunda Paud.
Ia menyoroti realitas di Papua, di mana masih terdapat anak-anak yang tumbuh tidak sejalan dengan teman seusianya, meningkatnya risiko putus sekolah, serta ancaman narkoba dan kejahatan yang menyasar kelompok usia muda.
Menurutnya, kondisi tersebut membuktikan bahwa keberadaan PAUD memiliki posisi strategis sebagai benteng pertama perlindungan anak.
“PAUD bukan sekadar tempat belajar, tetapi fondasi yang membentuk karakter dan masa depan Papua,” tegasnya.

Ny. Ra’Fatul Mulkiyah Matius Fakhiri mengajak pemerintah provinsi, pemda, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk berkomitmen memperkuat layanan PAUD di semua wilayah Papua.
Ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan, fasilitas, serta alokasi anggaran yang memadai bagi pengembangan pendidikan anak usia dini.
“Kami berharap perhatian penuh dari pemerintah dan para pemimpin daerah agar program PAUD mendapatkan dukungan maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengajak dunia usaha, lembaga masyarakat, serta mitra pembangunan untuk terus berkontribusi membuka akses layanan PAUD berkualitas.
Kepada tokoh adat, pemuka agama, dan insan media, ia meminta mereka aktif menyuarakan pentingnya pendidikan usia dini, pencegahan kekerasan, serta bahaya narkoba bagi generasi muda.
Sementara Kepada pengurus yang baru dilantik, Eva menegaskan bahwa ikrar yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam kerja nyata.
“Jadilah pelopor yang bekerja dengan ketulusan dan kegigihan. Tugas kita bersama adalah memastikan PAUD hadir untuk semua anak Papua,” katanya.
Dirinya optimis bahwa kolaborasi berbagai pihak akan membawa Papua menuju masa depan yang lebih baik.
Share This News