Dashboard Pemantauan Terpadu
Percepatan Pencegahan Stunting & PAUD HI

Provinsi Papua — Sumber Informasi Resmi: Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua

Melangkah Maju Bersama: PAUD di Tahun 2025–2026

Dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan PAUD di Provinsi Papua, bersama-sama mendorong kualitas layanan PAUD yang semakin merata, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak.

66.90% APS PAUD (Capaian)
66.90% Target APS 2026
52.00% Akreditasi Min. B
65.00% Guru Kualifikasi S1/D4
75.00% Implementasi Layanan HI
45.00% Satu Kampung Satu PAUD
30.00% Kecamatan Ada PAUD Negeri
Sinkron DB Data Real-Time Papua
Total Satuan PAUD 10 Lembaga Direktori Akreditasi
Sasaran Anak Dini 9,090 Anak Peta Sebaran
Kasus Stunting 1,094 (12.57%) Analisis Kasus
Penerima PMT 8,060 Anak Cakupan Intervensi PMT

Perbandingan Sasaran Anak & Kasus Stunting

Tren Historis APS PAUD Papua

Ringkasan Eksekutif Indikator Stunting Berdasarkan Kabupaten / Kota

No Kabupaten / Kota Jumlah Sasaran Anak Anak Terukur Gizi Kasus Stunting Penerima PMT
1 Kab. Biak Numfor 1,300 1,250 140 Kasus 1,150
2 Kab. Jayapura 1,200 1,150 160 Kasus 1,050
3 Kab. Keerom 950 900 130 Kasus 850
4 Kab. Kepulauan Yapen 1,100 1,050 155 Kasus 980
5 Kab. Mamberamo Raya 750 710 115 Kasus 670
6 Kab. Sarmi 820 790 95 Kasus 740
7 Kab. Supiori 640 610 82 Kasus 580
8 Kab. Waropen 880 840 105 Kasus 790
9 Kota Jayapura 1,450 1,400 112 Kasus 1,250

Rekomendasi Otomatis Rencana Tindak Lanjut (RTL) Berbasis Analisis Sistem

Sistem secara otomatis menghasilkan rekomendasi intervensi strategis berdasarkan ambang batas kesehatan anak (WHO) dan cakupan layanan PAUD Holistik Integratif (HI) di masing-masing wilayah kabupaten/kota.

Kab. Waropen RISIKO SEDANG

Status Prioritas: Prioritas 3 (Penguatan Kapasitas Layanan HI)
Prevalensi Stunting: 12.5% (105 Kasus dari 840 anak terukur)

  • Penguatan Mutu Kelembagaan PAUD: Sebanyak 100% lembaga PAUD belum terakreditasi. Perlu pendampingan instrumen akreditasi mandiri bersama BAN-PDM Provinsi Papua.

Kab. Biak Numfor RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 11.2% (140 Kasus dari 1,250 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kab. Jayapura RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 13.9% (160 Kasus dari 1,150 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kab. Keerom RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 14.4% (130 Kasus dari 900 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kab. Kepulauan Yapen RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 14.8% (155 Kasus dari 1,050 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kab. Mamberamo Raya RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 16.2% (115 Kasus dari 710 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kab. Sarmi RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 12% (95 Kasus dari 790 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kab. Supiori RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 13.4% (82 Kasus dari 610 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).

Kota Jayapura RISIKO RENDAH (TERKENDALI)

Status Prioritas: Prioritas 4 (Pemantauan Rutin & Best Practice)
Prevalensi Stunting: 8% (112 Kasus dari 1,400 anak terukur)

  • Pertahankan Kinerja Layanan: Indikator wilayah berada dalam koridor aman. Fokuskan pada pemantauan berkala 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perluasan akses PAUD Holistik Integratif (HI).